Meriahkan HUT Ke 64 Divif 2 Kostrad, Pangdivif 2 Kostrad Buka Kejuaraan Body Contest Divif 2 Kostrad

Meriahkan HUT Ke 64 Divif 2 Kostrad, Pangdivif 2 Kostrad Buka Kejuaraan Body Contest Divif 2 Kostrad

Mei 11, 2025
Danbrigif 1 Jaya Sakti Kunjungan Kerja ke Yonif 202/Tajimalela

Danbrigif 1 Jaya Sakti Kunjungan Kerja ke Yonif 202/Tajimalela

Mei 11, 2025
Basarnas Diusulkan Naik Kelas Jadi Kementerian

Basarnas Diusulkan Naik Kelas Jadi Kementerian

Mei 11, 2025
Meriahkan HUT Ke 64 Divif 2 Kostrad, Pangdivif 2 Kostrad Buka Kejuaraan Body Contest Divif 2 Kostrad
Berita

Meriahkan HUT Ke 64 Divif 2 Kostrad, Pangdivif 2 Kostrad Buka Kejuaraan Body Contest Divif 2 Kostrad

by wiwin boncel
Mei 11, 2025
0
1.4k

SIAGAINDONESIA.ID   Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Divisi Infanteri 2 Kostrad, sebuah ajang bergengsi bertajuk Body Contest Divif 2...

Read moreDetails
Danbrigif 1 Jaya Sakti Kunjungan Kerja ke Yonif 202/Tajimalela

Danbrigif 1 Jaya Sakti Kunjungan Kerja ke Yonif 202/Tajimalela

Mei 11, 2025
1.4k
Basarnas Diusulkan Naik Kelas Jadi Kementerian

Basarnas Diusulkan Naik Kelas Jadi Kementerian

Mei 11, 2025
1.4k

REKAYOREK

Ini Asal Mula Nama Grup Band Rock Elpamas

10 Feb 2025

Informasi Konstruktif Melindungi dan Melestarikan Seni Budaya…

13 Feb 2025

Bahasa Universal Itu Bernama Matematika

13 Feb 2025
Minggu, Mei 11, 2025
SIAGA INDONESIA NEWS
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Lainya
    • Kriminal
    • Dunia
    • Nusantara
    • Alutsista
    • Siaga Bencana
    • Opini
    • Podcast
No Result
View All Result
SIAGA INDONESIA NEWS
No Result
View All Result
Home Opini

Logika Mistik dan Capres Oligarki

by redaksi
Oktober 10, 2022
Reading Time: 2 mins read
A A
Pemilu 2024 Diatur Oligarki, 110 Triliun Buat Capres Boneka

Pemerhati Sejarah, Arief Gunawan. Foto: ist

501
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Arief Gunawan

Kenapa kita terjebak dalam kesalahan memilih pemimpin, sehingga hari ini negara berantakan, dekadensi moral di kalangan elit kekuasaan makin bejat, dan penghargaan kepada nyawa manusia sedemikian rendah?

Karena umumnya kita masih percaya kepada logika mistika. Yaitu cara berpikir yang dipengaruhi oleh hal-hal yang serba tidak masuk akal.

Sehingga misalnya orang masuk gorong-gorong dikultuskan sebagai Ratu Adil. Tanpa diketahui rekam jejaknya dalam demokrasi, hak asasi manusia, keberpihakannya kepada rakyat, dan kapasitasnya untuk jadi pemimpin.

Kenapa bisa terjadi? Ratu Adil masuk gorong-gorong yang kemudian dikultuskan selain sebagai hasil manipulasi pollsterRp, juga dipengaruhi oleh efek feodal dan kolonial yang menjauhi kita dari berpikir kritis dan logis.

Saat ini kita mencanggih-canggihkan rekrutmen calon presiden berdasarkan standar yang mudah dimanipulasi, seperti “kesederhanaan”, “kesantunan”, “gaya sok merakyat”, yang dibungkus pencitraan dengan tendensi hipokrit.

Raja-raja despot di Nusantara dulu juga mencanggih-canggihkan diri dengan membangun mitos dan menulis sejarah dalam pujasastra untuk menutupi kegagalan. Sehingga jadi dongengan indah belaka.

Tentang mitos dalam sejarah, Tan Malaka memperingatkan: “Riwayat Indonesia tidak mudah dibaca. Apalagi dituliskan. Riwayat negeri kita penuh dengan kesaktian, dongengan-dongengan, karangan-karangan dan pertentangan. Kita terpaksa mengakui bahwa kita tak pernah mengenal ahli riwayat yang jujur. Paling banter kita cuma mempunyai tukang-tukang dongeng, penjilat-penjilat raja yang menceritakan berbagai macam keindahan dan kegemilangan, supaya tertarik hati si pendengar…”

Di masa feodal Tanam Paksa (1830-1870) standar dan rekrutmen kepemimpinan ditentukan oleh birthright.

Yaitu semacam hak lahir yang diberikan oleh para pembesar Belanda untuk bupati yang berhasil memenuhi target komoditi ekspor di daerahnya. Sehingga kroni dan keturunan mereka mendapat hak untuk meneruskan jabatan secara turun-temurun.

Di era sekarang oligarki memakai cara yang sama dan jadi penentu calon presiden. Sehingga menghasilkan
pemimpin boneka (marionet leider) yang menghasilkan olok-olok, penderitaan rakyat, dan tingkah-polah planga-plongo, yang tatkala berhadapan dengan masalah lari bersembunyi di balik kebohongan.

VOC esensinya juga oligarki. Mereka datang ke Nusantara terutama bukan dengan invasi senjata, melainkan dengan melakukan konsesi dan perjanjian dengan raja-raja atau pangeran yang bersedia dijadikan boneka.

Sampai abad 19 Belanda tidak mendominasi seluruh wilayah Nusantara. Namun finansial mereka jauh lebih kuat. Lemahnya sektor ekonomi dan finansial kerajaan-kerajaan tradisional waktu itu membawa kemajuan bagi praktek kolonialisme.

Aspek kemiskinan yang melanda negeri ini sekarang lebih bersifat multidimensi. Berkombinasi dengan kemiskinan moral para elit kekuasaan.

Situasi ini menyuburkan figur-figur capres khayali, persis seperti era kolonial. Yang memanfaatkan situasi krisis dengan menjual mimpi-mimpi, mencanggih-canggihkan diri melalui pencitraan bagaikan Ratu Adil.

Oligarki adalah reinkarnasi kolonialisme yang kini menjarah negara melalui tangan-tangan para taipan dan para cukong.

Untuk melanggengkan proyek ini mereka gunakan partai politik, pollsterRp, media massa berbayar, dan buzzersRp, guna menghasilkan capres boneka.

Penguasa boneka delapan tahun terakhir ini “prestasinya” ternyata hanya membangun United Oligarchy.

Yaitu menyatukan eksekutif, legislatif, dan yudikatif, untuk merusak demokrasi, prinsip keadilan, hak asasi manusia, dan konstitusi.

Saat dikritik berlagak cool, tapi di belakang mengerahkan buzzersRp untuk menyerang tokoh yang menyampaikan kebenaran.@

*) Pemerhati Sejarah

Share200Tweet125
Previous Post

Ajang Silaturahmi Antar Sesama, Koramil 1715-01/Oksibil Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Next Post

Anies dan Beban Perubahan

Berita Terkait

Meriahkan HUT Ke 64 Divif 2 Kostrad, Pangdivif 2 Kostrad Buka Kejuaraan Body Contest Divif 2 Kostrad

Meriahkan HUT Ke 64 Divif 2 Kostrad, Pangdivif 2 Kostrad Buka Kejuaraan Body Contest Divif 2 Kostrad

by wiwin boncel
Mei 11, 2025
0
1.4k

...

Danbrigif 1 Jaya Sakti Kunjungan Kerja ke Yonif 202/Tajimalela

Danbrigif 1 Jaya Sakti Kunjungan Kerja ke Yonif 202/Tajimalela

by wiwin boncel
Mei 11, 2025
0
1.4k

...

Basarnas Diusulkan Naik Kelas Jadi Kementerian

Basarnas Diusulkan Naik Kelas Jadi Kementerian

by Swara
Mei 11, 2025
0
1.4k

...

Next Post
Mentersangkakan Anies Akan Mempercepat Gejolak Besar Sosial-Politik

Anies dan Beban Perubahan

Discussion about this post

REKAYOREK

Ini Asal Mula Nama Grup Band Rock Elpamas

10 Feb 2025

Informasi Konstruktif Melindungi dan Melestarikan Seni Budaya…

13 Feb 2025

Bahasa Universal Itu Bernama Matematika

13 Feb 2025
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Copyright © 2021 Siaga Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Lainya
    • Kriminal
    • Dunia
    • Nusantara
    • Alutsista
    • Siaga Bencana
    • Opini
    • Podcast

Copyright © 2021 Siaga Indonesia

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.